fbpx

ACM

Bedah Kasus Komunitas Guru Mandiri Finansial “Pendalaman dan Problematika Saat Mengajarkan Baca-tulis dengan Metode ACM” di Hotel POP! SURABAYA

DOKUMENTASI GMF BEDAH KASUS HOTEL POP SURABAYA
Kelas Luring Komunitas GMF di Hotel POP! Surabaya, Sabtu 2 Oktober 2021 (Foto:Ajie)

SURABAYA – Bertempat di Hotel POP! Surabaya Sabtu (2/10) sedang diadakan acara Kelas Luring perdana bertemakan Bedah Kasus dengan pokok pembahasan “Pendalaman dan Problematika Saat Mengajarkan Baca-tulis dengan Metode ACM” yang diadakan oleh tim manajemen Komunitas Guru Mandiri Finansial (GMF) bersama dengan tim Aku Cepat Membaca (ACM).

        Acara kelas luring terbatas yang dihadiri oleh 10 peserta anggota Komunitas Guru Mandiri Finansial (GMF) dari berbagai kota di Provinsi Jawa Timur membahas beberapa topik pembahasan yang meliputi pembahasan metode ACM secara metodologi, manajemen Lembaga bimbel dan pemasaran. Tujuan tiga (3) tema pokok pembahasan tersebut adalah untuk mendengarkan kesulitan para anggota Komunitas GMF yang memiliki permasalahan saat menjalankan bimbingan baca-tulis mereka.
        Dr. Nur Tsuroyah, M.Pd selaku Pendiri Komunitas Guru Mandiri Finansial sekaligus Master Trainer Metode Aku Cepat Membaca (ACM) memberikan sambutan dan fasilitator diskusi kelompok peserta yang terdiri dari anggota Komunitas GMF yang terdiri dari angkatan pertama sampai dengan angkatan lima. Pada salah satu anggota Komunitas GMF yang hadir juga terdapat Bu Ainun Jariyah selaku anggota GMF angkatan pertama yang telah cukup sukses mengelola bimbingan belajar di wilayah Probolinggo.
        Bu Ainun selaku anggota GMF angkatan pertama berbagi cerita mengenai pengalamannya dari awal membuka bimbingan belajar baca-tulis metode Aku Cepat Membaca (ACM) sampai dengan sekarang. Perempuan dengan sosok pembawaan yang cukup enerjik tersebut berbagi cerita sekaligus mencairkan suasana dengan ceritanya yang inspiratif sekaligus membawa tawa hadirin acara kelas luring Komunitas Guru Mandiri Finansial (GMF) yang telah cukup lesu karena perjalanan yang cukup jauh serta mendengarkan dengan seksama materi dari pagi hingga siang.
        “Metode ACM ini menurut saya yang paling keren, paling efisien dan paling cocok diterapkan untuk anak-anak karena metodenya menyenangkan dan untuk pengajar itu mudah dalam menerapkannya karena belajarnya happy dulu dari cerita, dongeng dan lagu-lagu” Ujar Dita Dwi Agustiningrum pemilik bimbingan belajar baca-tulis ACM wilayah Sedati dan Wonokromo Kota Surabaya.
        Harapan kedepannya acara ini bisa ada kelanjutannya di wilayah-wilayah lain agar Komunitas yang bertujuan untuk memaksimalkan pendidikan formal anak dengan mengelola bimbingan belajar baca-tulis metode ACM juga bisa meningkatkan pendapatan finansial dikala pandemi saat ini. (ABR)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *